Dalam menyalurkan produknya Semen Baturaja menggunakan distributor dengan jaringan yang tersebar diseluruh wilayah Sumatera Selatan, Lampung, Jambi, Bengkulu, Bangka Belitung, Riau, Banten, dan sekitarnya. Hal ini memberikan peluang bagi Semen Baturaja untuk meningkatkan penjualan dan mencapai kapasitas terpasang karena Sumatera Selatan dan Lampung merupakan wilayah di Indonesia yang menikmati pertumbuhan ekonomi yang cukup baik dan stabil.
Penjualan semen tahun 2009 mencapai 1.041.808 ton atau turun 98% dibanding tahun 2008. Menurunnya volume penjualan ini karena dampak dari krisis global di akhir tahun 2009 yang menyebabkan anjloknya harga komoditi pertanian (karet, sawit, kopi, kopra dll) sehingga permintaan semen untuk proyek menurun. Hal ini terjadi pada Semester I dimana demand semen secara Nasional pada Semester I terkontraksi – 7%, Wilayah Sumbagsel terkontraksi – 3% yang menyebabkan persaingan di pasar domestik semakin kompetitif.
Volume penjualan di Pasar Basis (Sumsel dan Lampung) sebesar 966.829 ton atau turun 6% dibandingkan tahun 2008. Sedangkan volume penjualan di pasar non basis secara total mengalami peningkatan yang cukup signifikan.
Dengan kondisi persaingan yang semakin kompetitif membuat perseroan melakukan berbagai kebijakan pemasaran agar Semen Baturaja tetap memiliki daya saing di pasaran.